Kedatangan El Baradei, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional, untuk menjelaskan kepada dunia dan masyarakat Indonesia soal penggunaan energi nuklir yang aman.

Kedatangannya, menurut Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman, atas undangan pemerintah untuk melihat persiapan Indonesia menggunakan teknologi nuklir bukan untuk persenjataan. “Nuklir untuk kesehatan, energi, dan pangan,” kata Kusmayanto, Minggu.

Pembangunan pembangkit nuklir yang paling mungkin saat ini adalah di Semenanjung Muria, Jawa Tengah. Sebab, dengan luas daerah, pembangkit itu bisa menyuplai listrik seluruh Jawa.

Di Muria, Indonesia akan membangun pembangkit listrik berkekuatan 100 ribu megawatt. “Itu untuk menggantikan semua pembangkit diesel yang boros,” kata Kusmayanto.

Adapun untuk Gorontalo dan Papua yang menjadi kandidat penempatan pembangkit nuklir, Kusmayanto menilai, keduanya kurang representatif. Papua, katanya, selain penggunaan yang tidak optimal, secara ekonomis kurang mendukung.

Sedangkan Gorontalo yang ingin bekerja sama dengan Rusia dinilai kurang menjanjikan, walaupun ringan dan portabelnya mudah dipindahkan. Rusia sendiri menggunakan teknologi portabel karena keperluan perang dingin. “Untuk kapal selam dan pemecah es,” kata Kusmayanto.

Yophiandi, TEMPO Interaktif, Jakarta, Minggu, 10 Desember 2006 | 22:51 WIB